JENIS BAHAN YANG DIPAKAI KONVEKSI JAKET UNTUK PRODUKSI

Jaket sendiri merupakan salah satu pakaian luar yang biasa dipakai untuk menghangatkan tubuh ketika cuaca sedang dingin. Untuk panjang jaket sendiri bisa sampai pinggang atau pinggul. Untuk model jaket wanita dan pria biasanya berbeda. Hal ini bisa dilihat dari pilihan warna, potongan dan bentuknya. Hampir semua jaket memiliki bukaan dengan ritsleting atau kancing di bagian depan. Yang mana terpasang dari leher sampai ke ujung bawah. Namun pada beberapa model jaket bahkan tidak memiliki bukaan pada bagian depan. Untuk mendapatkan jaket dalam jumlah banyak, maka konsumen bisa bekerja sama dengan pihak konveksi jaket. Permintaan akan jaket yang semakin meningkat sekarang ini membuat banyak konveksi pembuatan jaket juga ikut meningkat jumlahnya.

4 Jenis Bahan Yang Dipakai Konveksi Jaket

Pemakaian jaket sendiri tidak hanya bisa dipakai untuk menghangatkan tubuh ketika cuaca menjadi dingin saja. Tetapi juga bisa dipakai sebagai salah satu pelengkap fashion dan kebutuhan lainnya, seperti seragam komunitas. Model jaket yang beragam memungkinkan setiap orang bisa memilih sesuai kebutuhan pemakaian. Selain itu bahan yang digunakan oleh konveksi jaket untuk produksi pun bisa beraneka ragam. Mulai dari bahan tebal dan tipis, anti-air dan angin, sampai bahan jaket dari kulit alami. Namun perlu diketahui dengan baik bahwa tidak semua jenis bahan jaket bisa dipakai membuat semua model jaket. Dan bahan jaket yang dipilih untuk produksi ini akan berpengaruh pada hasil akhir nantinya. Oleh sebab itulah, anda harus memilih bahan jaket yang tepat dan sesuai kebutuhan pemakaian.

Berikut ini beberapa jenis bahan yang digunakan oleh konveksi jaket untuk produksi.

  1. Parasut

Merupakan bahan yang tipis dan cenderung kedap air atau angin. Sehingga cocok digunakan untuk musim hujan. Untuk jaket bahan parasut sendiri mudah dalam perawatannya. Hal ini dikarenakan mudah dibersihkan dan tidak perlu sering dicuci. Biasanya konveksi jaket digunakan untuk membuat jaket hoodie, jaket varsity, jaket motor atau jaket olahraga.

  1. Taslan

Adalah bahan kain yang populer digunakan untuk membuat jaket karena sifatnya anti air/ waterproof. Meskipun tidak semua bahan Taslan sifatnya anti air. Sepintas bahan Taslan ini mirip dengan bahan parasut. Tetapi bahan Taslan ini lebih tebal, lembut, ringan dan kuat dibandingkan dengan bahan parasut. Biasanya konveksi jaket menggunakan bahan ini untuk membuat jaket varsity, rompi, parka, atau jaket outdoor lainnya.

  1. Fleece

Umumnya bahan kain ini terbuat dari campuran cotton dan wool. Bahan kain ini memiliki bulu halus, tekstur lembut dan sifatnya menyerap air. Jika dipakai membuat jaket, bahan fleece sangat baik menahan panas tubuh. Sehingga pemakai jaket fleece ini bisa merasa hangat. Untuk bahan fleece sendiri terdiri dari beberapa jenis. Seperti cotton fleece, polar fleece, polyester fleece, dan CVC fleece. Biasanya konveksi jaket menggunakan bahan ini untuk membuat jaket hoodie, jaket varsity dan sweater.

  1. Baby terry

Jenis bahan kain ini mempunyai daya serap air tinggi karena terbuat dari katun. Dimana permukaan bahan kain ini lembut, tebal dan sedikit berbulu. Juga bahan baby terry ini memiliki lipatan kecil di salah satu sisinya. Biasanya baby terry dipakai untuk membuat handuk mandi. Tetapi banyak konveksi jaket yang memanfaatkan bahan ini untuk membuat jaket hoodie, sweater, dan jaket untuk anak.

Nah itulah beberapa jenis bahan kain yang sering digunakan konveksi jaket untuk produksi. Dengan mengetahui jenis-jenis bahan kain ini, maka anda tidak akan kesulitan untuk memilih bahan untuk produksinya.