IMPOR DAN HATI NURANI PRIBUMI ?

Hari ini saya mengikuti acara seminar tentang impor. Tentunya ada hal hal yang sangat baru yang saya dapatkan. Tapi disini ada hal yang sebenarnya menjadi keprihatinan tentang hati nurani saya sebagai pribumi.

Impor ? mungkin sebagian dari kamu sudah sering mendengar dan paham tentang artinya. Lebih dari sebuah kata, impor bisa menjadi 2 mata pisau. Bisa membahayakan ataupun tidak.

Siapa negara yang mengimpor banyak di Indonesia ?

Indonesia adalah negara dengan populasi terbesar keempat didunia, sejumlah 260 juta jiwa. Tentunya setelah china 1,36 milyar, india 1,28 milyar, dan amerika 326  juta (CIA World Factbook, 2017). Apakah dengan populasi yang besar kita juga unggul dalam bidang perdagangan international ?

Indonesia saat ini mendapatkan gemburan impor tertinggi dari tiongkok sebanyak 27,56%, tiga belas negara utama memberikan peranan 80,36 persen. Hal ini menjadikan pertanyaan, kenapa selalu china selalu menjadi pemimpin dalam gemburan impor di Indonesia ?

Apa yang menyebabkan china menjadi negara pengimpor terbanyak diindonesia ?

China yang memiliki penduduk 1,36 milyard ternyata memiliki perkembangan teknologi yang lebih pesat. Masyarakat disana selalu dituntut lebih maju dan kreatif guna memenuhi kebutuhan jaman yang kian cepat. Jam tangan, handphone, cctv, dan apapun dikembangankan disana dengan sangat sangat  pesat, seolah olah jika mereka tidak segera mengembangkan dan memodifikasi produk mereka, pabrik mereka akan segera habis dan gulung tikar karena persaingan yang sangat pesat.

Hal itulah yang memacu perkembangan teknologi di china yang sangat pesat, disusul dengan sumber daya manusia yang banyak tentunya untuk biaya dalam produksi juga akan semakin murah. Apakah hanya itu saja ? Tentunya saja tidak !

Apakah kamu tahu kurs rupiah terhadap yuan China ? Berapa satu rupiah jika dikonversikan ke yuan china ataupun sebaliknya ?

Yap, 1 yuan adalah 2.128 Rupiah. Ternyata negara semaju cina kurs mata uang ada dibawah Indonesia. Lantas apa hubungannya dengan gemburan impor china ?

Ya jelas ada, sangat ada hubungannya. Konversi mata uang china yang nilainya lebih kecil akan sangat menguntungkan bagi china jika berhasil mengekspor barang ke negara negara yang nilai konversi mata uangnya lebih tinggi, dan kita juga diuntungkan dengan mendapat harga murah dari produk produk china yang masuk ke Indonesia. Nah itukan sama sama untung.

Lantas dimana letak salahnya china ?

China tidak salah, bukan china yang salah tapi nafsu beberapa oknum yang mengutamakan profit ini yang berbahaya. Gempuran impor yang tidak berhenti akan membuat perekonomian Indonesia kacau karena akan banyak perusahaan di Indonesia gulung tikar karena adanya persaingan harga tidak sehat.

Bagaimana jika kita membalik keadaan dan memposisikan diri kita sebagai china.

Bisa kah kita menjadi negara produktif dan mulai belajar untuk mengekspor barang barang seperti china ?

Bisakah kita mulai bersaing untuk mengembangkan teknologi ?

Bisakah kita mencoba menjadi negara yang memiliki identitas sebagai negara kreatif yang bias menciptakan dan menginovasi produk baru untuk dijual keluar negeri ?

Bisakah kita mengetahui segmentasi pasar yang bisa dijual keluar negeri ? dan seribu pertanyaan lainnya seputar apa yang bisa china lakukan pada kita, dan kita tidak bisa melakukan seperti apa yang china lakukan.

Kapan kita harus berubah menjadi negara produktif ?

Sesegera mungkin, secepat mungkin. Indonesia harus berdaulat atas hasil produknya sendiri. Indonesia harus segera menyudahi menjadi negara konsumtif seperti sekarang ini. Perkembangan di abad 21 ini merupakan perkembangan tercepat. Belum selesai dengan revolusi 3.0 sudah keluar 4.0, sekarang sudah keluar lagi 5.0. Sudah saatnya Indonesia bergerak, maju berubah, dan ikut berkembang. Kita sudah tertinggal jauh.

Kenapa kita harus segera menjadi negara yang produktif ?

Mungkin kalian masih ingat dengan broadcast blackberry tahun 2013 seperti ini :

“Bangun tidur Anda minum apa? aqua? (74% sahamnya milik Danone perusahaan Perancis) atau Teh Sariwangi (100% sahamnya milik Unilever Inggris). Minum susu SGM (milik Sari Husada yang 82% sahamnya dikuasai Numico Belanda).

Lalu mandi pakai Lux & Pepsodent (Unilever, Inggris). Sarapan berasnya beras impor Thailand (BULOG pun impor), gulanya juga impor (Gulaku).

Santai abis makan rokoknya Sampoerna (97% saham milik Philip Moris Amerika).

Keluar rumah naik motor/mobil buatan Jepang, Cina, India, Eropa tinggal pilih.

Pakai computer, HP (Operator Indosat, XL, Telkomsel semuanya milik asing; Qatar, Singapura, Malaysia).

Yuk belanja ke Carefour, punya Perancis, kalau gitu ke Alfamart aja deh (75% sahamnya Carefour. Bagaimana dengan Giant? Ini punya Dairy Farm Internasional, Malaysia pemilik yang sama dengan Hero. Malam – malam iseng ke Circle K dari Amerika.

Ambil ATM di BCA, Danamon, BII, Bank Niaga ah semuanya udah milik asing walaupun namanya masih Indonesia.

Bangun rumah pakai semen Tiga Roda Indocement sekarang milik  Heidelberg Jerman (61,70%). Semen Gresik milik Cemex Meksiko , Semen Cibinong punyanya Holcim (Swiss).

Masih banyak lagi kalau mau diterusin. Btw, Blackberry Anda buatan Cina beda tipis sama punya saya buatan Canada.

Sadarkah Indonesia saat ini terjajah? Bahkan untuk hidup di negeri ini pun sulit.

Tenang, minimal kita masih punya koruptor asli Indonesia!!!

Mantap kan!”

Sampai kapan kita mau dijajah secara diam diam seperti ini ? Sudah banyak produk yang dikuasai negara asing dan kita tidak pernah sadar, sadarpun diam saja.

Bagaimana cara agar menjadi negara yang produktif ?

Ikutilah jalan ku, kita buat umkm sebanyak banyak nya, kita kembangkan dan bantu digital marketing seluas luasnya. Jangan jadi pemalas, berpikir kreatif. Lupakan hidup nyaman, keluar dari zona nyaman. Indonesia butuh kamu, Indonesia sedang di fase kritis untuk menentukan arah.

Kita buat banyak start up, kita buat lapangan pekerjaan seluas luasnya, kita buat pondasi ekonomi yang kuat untuk Indonesia. Tidak usah malu menjadi pengusaha kecil, karena dari pengusaha kecil inilah perekonomian akan berkembang. Buat garuda Berjaya lagi. Untuk Indonesia yang lebih baik lagi.

Kita amalkan ilmu yang menyatakan “sebaik baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”. Jadilah orang yang bisa membuka lapangan pekerjaan, jadian orang yang bisa memberikan ide akan perubahan, jadilah orang yang paham bahwa setiap keringat yang tulus ikhlas untuk Indonesia adalah dakwah untuk berjihad atau diri sendiri dan sesama.

Sekali lagi, untuk Indonesia yang lebih baik. Teruslah berjuang….